Tampilkan postingan dengan label Cadangan Devisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cadangan Devisa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2019

Cadangan Devisa Indonesia 2018

Cadangan Devisa Nasional dikabarkan meningkat pada 3 bulan terakhir di tahun 2018. Hal ini diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) yang menyatakan bahwa cadangan devisa sebesar 120,7 miliar dolar amerika seriakt pada akhir bulan desember 2018 atau naik sebanyak 3,5 miliar dolar amerika serikat dari posisi bulan November 2018. Ada sebanyak 2 faktor yang menjadi sebab utama naiknya devisa negara.
Cadangan Devisa
Cadangan Devisa

Yakni yang pertama adalah adanya devisa minyak dan gas bumi, serta uang atau pinjaman luar negeri oleh Pemerintah. Bank Indonesia menjelaskan bahwa peningkatan cadangan devisa nasional pada bulan Desember 2018 dipengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas bumi, penerbitan global bonds atau surat utang global, dan penarikan pinjaman luar negeri oleh Pemerintah.

Terkait hal surat utang global atau global bonds, pemerintah tercatat telah menerbitkan surat utang global yang berdenominasi dolar AS (amerika Serikat) yang sebesar 3 miliar dolar amerika serikat pada bulan Desember 2018 yang lalu. Tujuan penerbitan global bonds ini untuk pembiayaan lebih awal atau prefunding pada belanja tahun 2019.

Jumat, 26 Oktober 2018

Pertamina Selamatkan Cadangan Devisa Negara

Cadangan Devisa Negara saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan mengingat nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Naiknya mata uang dolar Amerika Serikat diakibatkan karena mengamuknya perekonomian Negeri Paman Sam tersebut.
Cadangan Devisa
Cadangan Devisa

Untuk Mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah berupaya untuk menekan impor dengan cara membeli produk lokal dalam negeri, menunfda kunjungan wisata keluar negeri, dan melepas mata uang dolar bagi masyarakat Indonesia. Salah satu upaya tersebut dicerminkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan cara melakukan transaksi jual beli migas menggunakan mata uang rupiah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan penggunaan cadangan devisa negara.

PT Pertamina (Persero) juga berupaya menekan impor migas dengan cara mengajukan kerjasama jual beli migas dengan kontraktor lokal untuk mensuplai minyak ke Pertamina (Persero). Hal ini tentunya cukup membantu pemerintah untuk menghemat cadangan devisa negara. Dua kontraktor Lokal dalam negeri telah menyetujui untuk menjual produk migasnya ke Pertamina. Adapun transaksi migas luar negeri, pertamina saat ini melakukan transaksi migasnya menggunakan mata uang rupiah dengan petronas, sedangkan kontraktor lainnya sedang dalam tahap komunikasi yang intensif.